Bullying atau perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga perlakuan yang menyakiti orang lain secara terus-menerus. Bagi anak, pengalaman seperti ini dapat terasa sangat berat. Mereka mungkin menjadi takut bercerita, kehilangan rasa percaya diri, atau memilih menyimpan masalah sendiri.
Alkitab memang tidak menggunakan istilah modern “bullying”, tetapi banyak ajarannya membahas cara manusia memperlakukan sesama. Orang tua Kristen dapat menggunakan prinsip tersebut untuk membantu anak memahami bahwa setiap orang memiliki nilai di hadapan Tuhan.
Alkitab Mengajarkan Kasih kepada Sesama
Salah satu dasar penting dalam menghadapi bullying adalah perintah untuk mengasihi sesama. Dalam Markus 12:31, Yesus mengajarkan agar manusia mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri.
Prinsip ini bertolak belakang dengan perilaku yang merendahkan atau menyakiti orang lain. Orang tua dapat menjelaskan kepada anak bahwa perbedaan penampilan, kemampuan, karakter, atau latar belakang tidak menjadi alasan untuk memperlakukan seseorang dengan buruk.
Kasih juga tidak berarti membiarkan perilaku yang menyakitkan. Anak tetap perlu memahami bahwa mereka boleh mencari bantuan ketika seseorang terus mengganggu atau menyakiti mereka.
Dengarkan Anak Tanpa Menghakimi
Ketika anak bercerita tentang bullying, respons pertama orang tua sangat penting. Hindari langsung menyalahkan anak atau mengatakan bahwa mereka terlalu sensitif. Dengarkan ceritanya dengan tenang dan berikan kesempatan bagi anak untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Orang tua dapat mengatakan bahwa mereka senang anak mau bercerita. Kalimat sederhana seperti itu dapat membuat anak merasa aman dan tidak sendirian.
Yakobus 1:19 mengingatkan orang percaya untuk cepat mendengar dan lambat berkata-kata. Prinsip ini relevan ketika orang tua menghadapi masalah yang dialami anak.
Ajarkan Anak Berani Mencari Pertolongan
Menghadapi bullying bukan berarti anak harus menyelesaikan semuanya sendiri. Orang tua dapat mengajarkan anak untuk mencari bantuan dari guru, konselor sekolah, keluarga, atau orang dewasa lain yang dapat dipercaya.
Jika perundungan melibatkan ancaman atau tindakan yang membahayakan keselamatan, orang tua perlu segera mengambil langkah untuk melindungi anak. Iman tidak mengharuskan seseorang diam ketika menghadapi perlakuan yang tidak benar.
Keberanian dalam situasi seperti ini berarti berani berbicara, mencari bantuan, dan mengambil langkah yang tepat.
Jangan Ajarkan Balas Dendam
Ketika mendengar anak mengalami bullying, orang tua mungkin merasa marah. Perasaan tersebut wajar, tetapi orang tua perlu membantu anak merespons dengan cara yang sehat.
Roma 12:17 mengajarkan agar orang percaya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ayat tersebut bukan berarti anak harus menerima perundungan tanpa tindakan. Sebaliknya, anak dapat belajar menyelesaikan masalah tanpa membalas dengan kekerasan atau tindakan yang sama menyakitkannya.
Bangun Rasa Aman di Rumah
Rumah seharusnya menjadi tempat anak merasa diterima. Luangkan waktu untuk berbicara, makan bersama, atau melakukan kegiatan sederhana tanpa gangguan perangkat digital.
Hubungan yang dekat membuat orang tua lebih mudah mengenali perubahan perilaku anak. Anak juga memiliki ruang untuk bercerita ketika sesuatu mengganggu pikiran mereka.
Selain mendampingi anak yang menjadi korban, orang tua Kristen juga perlu mengajarkan anak agar tidak ikut melakukan bullying. Ajarkan mereka untuk membela teman yang diperlakukan tidak adil dan melapor kepada orang dewasa ketika melihat perundungan.
Ajarkan Pengampunan dengan Bijaksana
Alkitab mengajarkan pengampunan, tetapi orang tua perlu menjelaskan bahwa mengampuni tidak sama dengan membiarkan seseorang terus menyakiti kita. Anak dapat belajar melepaskan keinginan untuk membalas sambil tetap menjaga batasan yang sehat.
Pengampunan juga tidak selalu berarti korban harus langsung kembali dekat dengan orang yang melakukan perundungan. Keamanan dan pemulihan anak tetap menjadi perhatian utama.
Kesimpulan
Apa kata Alkitab tentang bullying? Alkitab mengajarkan kasih, penghormatan terhadap sesama, pengampunan, dan keberanian untuk melakukan yang benar. Prinsip tersebut dapat menjadi dasar bagi orang tua Kristen ketika mendampingi anak menghadapi perundungan.
Orang tua tidak perlu menghadapi masalah ini sendirian. Dengarkan anak, berikan rasa aman, cari bantuan ketika diperlukan, dan ajarkan cara menghadapi konflik tanpa membalas dengan tindakan yang menyakiti. Dengan pendampingan yang penuh kasih, anak dapat belajar bahwa mereka berharga dan tidak harus menghadapi masa sulit seorang diri.
Dapatkan segera berbagai jenis Alkitab & Buku Rohani yang sesuai kebutuhan Anda, tersedia Alkitab Kristen & Katolik (Deuterokanonika), Alkitab untuk Anak, Buku Studi & Tafsir Alkitab, Benda-Benda Devosi, dan masih banyak lagi. Kunjungi jualalkitab.com atau hubungi nomor whatsapp kami untuk info dan pemesanan.








