Dapatkan diskon khusus klik di sini

Seri Buruk Muka Hati Mulia

Rp60.000

(In Stock)

Categories: ,

Penulis: Herjaka H.S

Ukuran: 210 x 260 mm

Jumlah halaman: 48 hlm

Tahun: 2023

BURUK MUKA HATI MULIA JILID 1
KISAH DUA BERSAUDARA, SUMANTRI DAN SUKRASANA

ISBN: 978-979-21-7599-8

Deskripsi:

Argasekar adalah nama padepokan tempat tinggal Resi Swandageni bersama dengan cantrik dan mentriknya. Mereka hidup menyatu dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Beberapa cantrik diberi tugas khusus untuk merawat pohon besar, tumbuh-tumbuhan, sungai, dan mata air. Oleh karena jasanya telah menjaga serta mengharmonisasikan alam dan kehidupan, Resi Swandageni mendapat anugerah dari dewa berupa bidadari, Dewi Darini namanya. Ia kemudian menjadi istri Swandageni. Saat berada di Kahyangan dalam suasana nan indah dan damai, Dewi Darini melahirkan bayi yang tampan yang diberi nama Sumantri. Setelah diboyong di Argasekar dengan suasana yang jauh berbeda daripada di Kahyangan, Dewi Darini tidak serta merta dapat menyesuaikan diri. Dalam suasana hati yang kalut dan takut lahirlah anak kedua berupa raksasa kerdil menakutkan bernama Sukrasana. Sumantri dan Sukrasana kecil tumbuh bersama cantrik dan mentrik padepokan yang gemar belajar pada alam dan berguru menambah ilmu.

BURUK MUKA HATI MULIA JILID 2
KISAH DUA BERSAUDARA, SUMANTRI DAN SUKRASANA

ISBN: 978-979-21-7599-8

Deskripsi:

Sumantri dan Sukrasana adalah dua bersaudara seayah seibu. Sumantri berparas tampan, sedangkan Sukrasana adiknya bermuka raksasa dan berbadan kerdil. Keduanya sakti, baik hati, dan suka menolong. Walaupun bermuka buruk, Sukrasana mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki Sumantri, yaitu dapat berkomunikasi dengan semua ciptaan. Oleh karena kelebihannya, Sukrasana diberi tugas Batara Wisnu untuk menata Taman Sriwedari di Kahyangan Untarasegara. Dengan cinta dan ketulusan, Sukrasana berhasil menjadikan Taman Sriwedari indah, damai, serta menyelamatkan. Namun ketika Taman Sriwedari diturunkan ke bumi Mahespati demi untuk membebaskan Sumantri dari hukuman raja, rakyat Mahespati belum siap merawat serta menghidupi damai dan keindahan yang ada. Akibatnya, alih-alih menyelamatkan banyak orang, Taman Sriwedari di Bumi justru membawa celaka bagi Sukrasana yang telah membawa damai, keindahan, serta kemuliaan hidup.

Cart

Your Cart is Empty

Back To Shop