Penulis: Arleen Amidjaja
Ukuran: 230 x 230 mm
Jumlah halaman: 24 hlm
Tahun: 2019
BERSAMA-SAMA DI HARI RAYA IMLEK
ISBN: 978-979-21-6184-7
Deskripsi: Saat pulang sekolah, Ayu penasaran melihat Feni tersenyum-senyum sendiri. Nanti malam Feni akan merayakan Imlek. Ia akan menonton barongsai bersama Mama dan Papanya. Namun, ketika mereka sampai di rumah Feni, si Mbok memberi kabar kurang menyenangkan. Papa dan mama Feni harus bekerja sampai malam. Feni tampak sedih. Ia membayangkan ini adalah Imlek yang sepi dan menyedihkan. Ayu melihat itu semua. Apa yang akan Ayu lakukan? Apa yang Ayu, Made, dan Tobias perbuat untuk perayaan Imlek kali ini tetap berkesan?
BERSAMA-SAMA DI HARI GALUNGAN
ISBN: 978-979-21-6183-0
Deskripsi: Hari ini Made merayakan Galungan. Ayu, Feni, dan Tobias datang berkunjung. Ternyata Made sedang menyusun sesajen. Made tampak cakap dengan udeng di kepalanya. Tobias ingin mengenakan udeng juga. Dibantu oleh Made, Tobias pun mengenakan udeng dan tak kalah cakap. Mendengar pujian teman-temannya, Tobias menari-nari kegirangan. Saking girangnya Tobias menyenggol sesajen hingga rusak dan berantakan. Made harus membuat ulang sesajen. Ketiga sahabatnya menjadi tertarik dan ingin ikut serta. Berempat mereka menyusun sesajen. Made dengan sabar menjelaskan caranya. Akhirnya, sesajen pun jadi dan semua bergembira.
BAJU LEBARAN AYU
ISBN: 978-979-21-6182-3
Deskripsi: Lebaran tiba. Ayu tak sabar menanti kedatangan teman-temannya. Akhirnya, mereka datang. Semua memuji Ayu dan gaun barunya. Ayu tampak sangat bahagia. Saat makan bersama tanpa sengaja Tobias menumpahkah kuah kari dan mengenai gaun indah Ayu. Semua terkejut. Semua tahu, Ayu sangat menyukai gaun barunya. Akankah Ayu marah pada Tobias?
BATU BAKAR UNTUK MAKAN SIANG
ISBN: 978-979-21-6180-9
Deskripsi: Tobias sangat gembira karena adik perempuannya sudah lahir. Ia berjanji akan menjadi kakak yang baik dan selalu menjaga adiknya. Untuk merayakan kelahiran adiknya, orang tua Tobias akan mengadakan upacara bakar batu. Tobias sangat senang karena boleh mengundang sahabat-sahabatnya. Keempat sahabat itu pun berencana mempersembahkan tarian sajojo kepada para tamu. Semua berlatih dengan semangat. Namun, ternyata Tobias menyimpan kekhawatiran. Kata Feni, pada upacara bakar batu nanti, ia harus makan batu panas yang telah dibakar. Ia jadi tidak fokus berlatih tari sajojo.

